ADMINISTRASI PUBLIK
A.Pengertian
Administrasi Publik atau Administrasi Negara adalah suatu bahasan ilmu sosial yang mempelajari tiga elemen penting kehidupan bernegara yang meliputi lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif serta hal- hal yang berkaitan dengan publik yang meliputi kebijakan publik, manajemen publik, administrasi pembangunan, tujuan negara, dan etika yang mengatur penyelenggara negara.
Secara sederhana, administrasi publik adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana pengelolaan suatu organisasi publik.
B. Lokus dan fokus
Lokus
Lokus adalah tempat yang menggambarkan di mana ilmu tersebut berada. Dalam hal ini lokus dari ilmu administrasi publik adalah: kepentingan publik (public interest) dan urusan publik (public affair).
Fokus
Fokus adalah apa yang menjadi pembahasan penting dalam mempelajari ilmu administrasi publik. yang menjadi fokus dari ilmu administrasi publik adalah teori organisasi dan ilmu manajemen.
C.sejarah
Perkembangan Administrasi Negara sebagai seni
Perkembangan administrasi sebagai seni, dilihat dari tempat dan waktu terjadinya suatu peristiwa, dapat di bagi ke
dalam 3 (tiga) fase, yaitu :
1. Fase pra-sejarah, berakhir pada tahun
1 Masehi
2. Fase sejarah, antara 1 Masehi – tahun
1886
3. Fase modern, mulai tahun 1886
sampai dengan sekarang
1). Fase pra-sejarah
dikelompokan ke dalam beberapa zaman/peradaban manusia, antara lain :
1. Mesopotamia
Pada masa peradaban ini, prinsip-prinsip administrasi dan manajemen sudah dilaksanakan terutama dalam bidang pemerintahan, perdagangan, komunikasi dan angkutan. Pada masa ini sudah digunakan uang logam sebagai alat tukar yang sah, dimana sebelumnya sistem perdagangan menggunakan barter. Dalam angkutan pun sudah digunakan transportasi sungai sebagai bagian dari sistem komunikasi antar daerah.
2. Babilonia
Selain bidang pemerintahan, perdagangan, komunikasi dan angkutan yang sudah berkembang sebelumnya, pada peradaban ini bidang teknologi sudah mulai berkembang, terbukti dengan adanya taman gantung yang sulit tertandingi oleh karya manusia modern saat ini.
3. Mesir Kuno
Berbeda dengan kedua peradaban di atas, pada masa Mesir Kuno banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang masih dapat digali dan dapat diinterpretasikan. Pada masa ini aspek administrasi berkembang sangat pesat seperti bidang pemerintahan, militer, perpajakan bahkan pertanian yang sudah menggunakan sistem irigasi. Hanya saja pada masa ini proses administrasi yang dijalankan bukan ditujukan untuk kepentingan rakyat seperti yang umum diakui sekarang, tetapi ditujukan untuk kepentingan Fir’aun dan keluarganya.
4. Tiongkok Kuno
Pada masa Tiongkok Kuno banyak pengetahuan tentang administrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni masyarakat Tiongkok Kuno telah berhasil menciptakan suatu sistem kepegawaian yang digunakan sampai dengan saat ini, yang dikenal dengan istilah merit system. Ada tiga orang tokoh yang memberikan sumbangan besar bagi perkembangan administrasi yaitu Confucius, Chow, dan Mo Ti. Confucius adalah seorang filsuf sekaligus sebagai administrator dan negarawan, telah berhasil menyusun ketentuan-ketentuan administrasi negara (rules of public administration) yang merupakan kode etik bagi para pejabat pemerintah pada waktu itu. Chow merupakan perdana menteri yang berhasil menciptakan Undang- undang Chow (the constitution of Chow) yakni tentang persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yaitu :
a. Kejujuran
b. Kecakapan
c. Pengabdian pada kepentingan
umum
d. Pengetahuan yang mendalam
tentang kondisi negara
e. Kemampuan untuk selalu sibuk
f. Produktif
Mo Ti, seorang tokoh yang memperkenalkan pendekatan sistem khususnya dalam kegiatan administrasi niaga.
5. Romawi Kuno
Sumber-sumber ilmiah yang dapat dipelajari mengenai perkembangan administrasi dan manajemen pada masa Romawi kuno adalah karya-karya ahli filsafat terkenal yaitu Cicero, dengan terbitnya buku yang berjudul De officii (the office) dan De Legibus (the law) yang menjelaskan tentang Pemerintah Romawi berhasil memerintah daerah yang sangat luas dengan cara membagi-bagi tugas pemerintahan dalam departemen-departemen. Bidang lain yang berkembang sangat menonjol adalah administrasi militer, pajak dan perhubungan melebihi yang sebelumnya, hal ini diperlukan mengingat Romawi mempunyai wilayah yang sangat luas.
6. Yunani Kuno
Sumbangan terbesar terhadap bidang administrasi dan manajemen pada masa Yunani Kuno adalah berkembangnya konsep demokrasi, meskipun tidak langsung dalam ruang lingkup administrasi, tetapi sangat mempengaruhi jalannya administrasi dan manajemen. Yang berbeda konsep demokrasi pada masa Yunani Kuno dengan saat ini terletak pada interpretasi rakyat. Demokrasi berasal dari kata demos dan kratos yang berarti rakyat dan kekuasaan sehingga kekuasaan berada ditangan rakyat. Definisi rakyat pada masa Yunani Kuno terbatas pada pengertian :
a. Pria
b. Dewasa (berumur 21 tahun)
c. Lahir di Athena
d. Orang tua warga asli Athena
Pembatasan pengertian rakyat ini memang logis karena pada saat itu 75% dari penduduk Athena terdiri dari pendatang yang bekerja sebagai pedagang atau budak belian. Pada masa Yunani Kuno telah berhasil menciptakan parlemen pertama didunia yang disebut dengan dewan orang-orang tua yang bijaksana. Untuk urusan di bidang militer diserahkan kepada dewan militer. Ciri khas lain pada masa Yunani Kuno yaitu setiap orang yang tergolong sebagai rakyat paling sedikit satu kali dalam hidupnya harus menjadi pegawai negeri tanpa bayaran.
2). Fase sejarah (1 Masehi sampai tahun 1886
Berhubungan dengan gelapnya sejarah dunia, selama 15 abad pertama dari sejarah dunia modern, bidang administrasi pun mengalami kegelapan. Timbulnya Gereja Katolik Roma bukan saja karena ajaran-ajarannya yang suci, tetapi telah memberikan pengaruh sangat besar terhadap perkembangan teori administrasi. Gereja Katolik Roma telah menciptakan pola-pola dasar struktur organisasi yang ditiru oleh hampir semua organisasi modern hingga sekarang ini. Pada zaman ini administrasi berkembang lebih pesat lagi dengan adanya 3 (tiga) kelompok cendekiawan yang memiliki pandangan dengan garis besar dan waktu yang hampir bersamaan.Ketiga kelompok tersebut, yaitu:
a. Kaum kameralis di Jerman dan
Australia
b. Kaum merkantilisme di Inggris
c. Kaum fisiokrat di Prancis
Merkantilisme adalah suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan untuk memperbanyak asset dan modal yang dimiliki suatu Negara. Merkantilisme tertuang dalam peraturan Negara yang berbentuk proteksionalisme dan politik kolonial demi neraca perdagangan yang menguntungkan. Pemerintah/negara mendukung ekspor dengan insentif dan menghadang import dengan tarif. Di Jerman, merkantilismenya disebut dengan istilah kameralisme. Camera artinya kas raja. Caranya dengan memungut pajak dan membentuk perusahaan dagang untuk mengembangkan perekonomian. Berbeda dengan kaum merkantilisme, kaum fisiokrat menganggap bahwa sumber kekayaan yang senyata-nyatanya adalah sumber daya alam. Kaum fisiokrat percaya bahwa alam diciptakan oleh tuhan penuh keselarasan dan keharmonisan. Yang artinya bahwa manusia diberikan kebebasannya mengelola alam demi memenuhi kebutuhannya masing-masing dan akan selaras dengan kebutuhan masyarakat banyak. Perkembangan semakin pesat dengan timbulnya revolusi industri di Inggris, yang mengakibatkan perubahan yang sangat besar dalam administrasi. Revolusi industri tersebut dipercepat dengan penemuan mesin-mesin produksi.
Dengan adanya revolusi industri terjadi perubahan yang radikal dalam bidang administrasi dan manajemen, diantaranya :
1. Dari filsafat job centered menjadi
human centered
2. Dari orientasi efektifitas menjadi
efisiensi dan efektifitas
3. Dari produksi kecil menjadi
industri besar/masal
4. Dari manual menjadi otomatisasi
5. Dari organisasi tertutup menjadi
organisasi terbuka
6. Dari sistem magang menjadi
serikat buruh.
Puncak perkembangan administrasi dan manajemen pada fase sejarah dengan terbitnya buku The economy of Manufacture karya Charles Babbage yang menekankan pentingnya efisiensi dalam usaha mencapai tujuan dan pentingnya pembagian kerja.
3). Fase Modern
Pada fase modern, administrasi mulai ber-dwi status yaitu administrasi sebagai seni dan administrasi sebagai ilmu pengetahuan. Fase modern ini ditandai dengan lahirnya gerakan manajemen ilmiah yang dipelopori olah F.W Taylor, seorang sarjana pertambangan dari Amerika Serikat, yang mengadakan penyelidikan-penyelidikan dalam rangka mempertinggi efisiensi perusahaan dan peningkatan produktivitas pekerja. Hasil penelitiannya memperlihatkan bahwa efisiensi perusahaan tidak terlalu tinggi dan produktivitas pekerjanya rendah karena terlalu banyaknya waktu dan gerak-gerik kaum buruh yang tidak produktif. Berdasarkan hal ini Taylor kemudian melakukan studi yang dikenal dengan time and motion study untuk mempelajari penggunaan waktu oleh kaum buruh serta gerak-gerik mereka dalam melaksanakan pekerjaan, terutama para buruh tingkat bawah. Hasil studinya ditulis dalam satu buku yang berjudul the principle of scientific management. Pada saat Taylor melakukan penyelidikan-penyelidikan, di Prancis ada pula seorang ahli pertambangan yang bernama Henry fayol yang bekerja pada perusahan tambang, yang pada saat itu perusahaan terancam kebangkrutan /kehancuran. Sebagai seorang ahli fikir, Fayol mencari sebab-musabab dari kegagalan perusahaan itu untuk mencapaitujuannya. Hasil pemikiran Fayol ditulis Dalam bukunya dengan judul administration generalle et industrielle, yang diterjemahkan dalam bahasa inggris dengan judul general and industrial management (seharusnya general and industrial administration). Dari teori-teori yang ia temukan dan kemudian ia terapkan sendiri, perusahaan Berhasil selamat dari keruntuhan bahkan dapat dikembangkan.
SUMBER :
ilmu administrasi negara, suatu bacaan pengantar, 1986. Jakarta: PT gramedia. Hal:3-12
Etika Administrasi Negara,1980. Rajawali, hal 121-122.
Marliani, L, 2019. Sejarah perkembangan Administrasi sebagai seni dan ilmu pengetahuan. Jurnal ilmiah ilmu administrasi negara. Vol 6(4). Hal 253-256.
Komentar
Posting Komentar